Barang antik

Kegiatan ekspor melalui jasa ekspor barang merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan devisa. Namun tak semua produk dapat diekspor. Barang barang tersebut tidak boleh memberikan pengaruh terhadap keamanan nasional, menyangkut keselamatan banyak orang, dan tidak boleh merupakan bentuk kekayaan intelektual, berikut adalah ulasannya.

4 Produk yang Tidak Boleh Diekspor Di Indonesia.

1. Kayu Kasar Kecuali Gaharu Aquilaria Iflaria, Gyrinops Versteegii, dan Aquilaria Malaccensis

Indonesia merupakan negara yang kaya atas hasi hutannya. Meskipun demikian menurut peraturan, Indonesia tidak menghendaki adanya kegiatan ekspor kayu batangan atau kayu gelondongan. Kegiatan ini menjadi salah satu penyebab semakin maraknya kegiatan penggundulan hutan untuk tujuan komersial.

Larangan ini mulai diberlakukan pada tahun 2001 melalui kesepakatan Menteri Kehutanan dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Kedua kementrian tersebut setuju jika kegiatan ekspor kayu batangan atau kayu bulat dapat membahayakan kondisi lingkungan di Indonesia. Selain itu maraknya pembalakan liar juga mengancam kenanekaragaman Indonesia.

Namun untuk jenis kayu Gaharu Aquilaria Iflaria, Gyrinops Versteegii, dan Aquilaria Malaccensis masih diperbolehkan untuk dikirim ke mancanegara melalui jasa ekspor barang. Tanaman ini merupakan jenis tanaman yang memang telah dikhususkan untuk dapat diekspor ke luar negeri. Diharapkan dengan adanya aturan ini penebangan kayu tidak dilakukan sembarangan.

2. Pasir Alam Selain Pasir Mengandung Logam.

Pasir alam sempat menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia. Namun pada tahun 2007 aturan larangannya sudah diterbitkan. Aturan larangan tersebut ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 03 hingga 05. Segala pertimbangan terus dievaluasi terkait dengan dampak yang mungkin timbul akibat kegiatan ekspor pasir besar besaran.

Setelah dilakukan pendalaman, ditemukan beberapa dampak. Dampak yang mungkin muncul adalah perubahan konfigurasi pulau-pulau yang berimbas pada perubahan batas negara. Selain itu dengan penambangan pasir yang berlebihan dapat merusak kelestarian lingkungan. Rusaknya lingkungan tentu merupakan ancaman bagi kedaulatan Indonesia.

Pada mulanya Indonesia mengekspor pasir melalui jasa ekspor barang ke negara tujuan seperti Singapura, Malaysia, Jepang, dan Australia. Bahkan pada tahun 2005, total ekspor pasir dari Indonesia ke negara-negara tersebut mencapai 9,3 juta dimana 6 juta nya adalah ekspor dengan negara tujuan Singapura. Walaupun begitu, dampak negatifnya lebih membahayakan.

3. Barang Antik yang Umurnya Melebihi 100 Tahun

Barang antic merupakan salah satu bentuk dari kekayaan cagar budaya yang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu keberadaannya sangat dibutuhkan sebagai salah satu buktu sejarah. Selain itu cagar budaya juga menjadi salah satu informasi terkait dengan jati diri bangsa. Melalui barang bersejarah maka akan lebih mudah untuk mengetahui jejak kehidupan yang penah terjadi di Indonesia.

Barang dengan umur lebih dari 100 tahun menjadi barang yang tidak boleh diperjual belikan ke luar negeri dengan alasan apapun. Kriteria barang yang dimaksud adalah ketika barang tersebut memiliki gaya yang mewakili masanya paling sedikit 50 tahun, memiliki arti sejarah, pendidikan, atau kebudayaan, serta memiliki nilai budaya sebagai penguat kepribadian bangsa.

4. Koleksi Barang Historis dan Ilmu Pengetahuan

Tak hanya 3 hal diatas, barang yang tidak boleh dikirim melalui jasa ekspor barang adalah barang koleksi historis dan ilmu pengetahuan. Untuk kepentingan ekonomi, tentunya sangat tidak pantas untuk menjual barang yang memuat informasi penting untuk memajukan pendidikan Indonesia. Oleh karena itu muncullah peraturan larangan ekspor barang tersebut.

Demikianlah 4 barang yang tidak diperbolehkan untuk menjadi komoditas ekspor di Indonesia. Bahaya yang dapat muncul serta berbagai manfaatnya bagi kepentingan bangsa menjadi salah satu pertimbangan penting. Aturan yang telah dibuat hendaknya ditaati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Jika hal itu dilanggar maka tentu pelanggarnya akan mendapat hukuman.