Ini Beberapa Hal Mengenai K3 yang Harus Diperhatikan Pengusaha Selama Pandemi

K3 Pada Perusahaan

Bagi Anda para pengusaha, sebaiknya Anda lebih memperhatikan keselamatan para buruh di tengah pandemi yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. Hal ini dilakukan semata-mata untuk perlindungan jiwa bagi para pekerja yang harus bekerja selama pandemi COVID-19. Dilansir dari republika.co.id (23 Mei 2020), pengamat keselamatan pekerja dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Isna Qadrijati mengemukakan bahwa langkah yang dapat diambil oleh sektor industri formal di antaranya dengan melakukan komunikasi antara pengusaha dan pekerja terkait dengan keberlangsungan usaha, memastikan langkah-langkah pengendalian, serta integrase kesiapsiagaan darurat dalam Sistem Manajemen K3 (SMK3).


Menurut Said Iqbal yang dikutip dari antaranews.com (28 April 2020), perusahaan-perusahaan sejak awal sudah menyiapkan langkah menghadapi pandemi seperti meliburkan karyawan secara bergilir untuk mengantisipasi penularan virus Corona. Beliau memberikan contoh seperti perusahaan di Tangerang yang baru meliburkan pekerja setelah ada dua karyawannya yang meninggal karena terinfeksi virus COVID-19. Akibatnya, sekitar 6000 karyawan lainnya masuk kedalam daftar orang dalam pemantauan (ODP).


Untuk mencegah penularan terhadap rekan di perusahaan tersebut, kira-kira apa saja yang harus Anda lakukan sebagai pelaku usaha yang memiliki puluhan, ratusan, bahkan ribuan pekerja? Mari simak penjelasannya di bawah.


1.       Budayakan kebersihan dan higienitas

Menurut Isna Qadrijati, kunci untuk memutus rantai penularan adalah dengan rutin membersihkan meja, gagang pintu, telepon kantor, dan benda kerja lainnya dengan disinfektan. Hal tersebut harus selalu dilakakukan terus menerus agar bisa menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat Indonesia.


2.       Ketersediaan perlengkapan higienitas tempat kerja

Sebagai pelaku usaha, Anda juga harus memasukan anggaran ketersediaan perlengkapan higienitas tempat kerja. Sebab berdasarkan Konvensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, International Labour Organization (ILO) hal ini merupakan tanggung jawab pemilik perusahaan. Sediakan selalu hand sanitizer dibeberapa titik di dalam kantor dan pabrik.


3.       Mengusahakan terciptanya physical distancing

Para pekerja harus selalu diingatkan mengenai jaga jarak dengan para pekerja lainnya untuk meminimalisir penularan virus dari sesama rekan kerja. Selain itu, selalu menggunakan masker selama bekerja dan segera ganti setelah 3 jam atau jikalau masker sudah terlalu lama dipergunakan dan terasa basah.


4.       Terciptanya lingkungan kerja yang aman

Para pelaku usaha bisa membantu pemerintah menangani pandemi dengan cara menyediakan layanan diagnosa melalui daring (online), tes COVID-19 bagi para pekerja sebagai tindakan preventif bagi para pekerja yang sudah bekerja atau yang baru memasuki lingkungan kerja yang baru. Kebutuhan pelayanan sekarang tidak terelakan selama masa pandemi ini.


Praktik ini tidak hanya diterapkan di perusahaan skala besar. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah-langkah di atas juga harus diterapkan guna memberikan lingkungan kerja yang nyaman dan aman dari penularan virus COVID-19. Semoga informasi ini berguna bagi Anda!

 

0 comments:

Post a Comment